Peta Sebaran Real UMKM Banyumas
Peta interaktif menampilkan seluruh total UMKM terdata dalam bentuk titik (dots). Arahkan kursor atau klik pada titik untuk melihat identitas lengkap UMKM dan produknya.
Buka peluang pasar internasional dengan mengenali kesiapan usaha, memperkuat potensi produk, dan menemukan langkah tepat menuju ekspor.
Buka peluang pasar internasional dengan mengenali kesiapan usaha, memperkuat potensi produk, dan menemukan langkah tepat menuju ekspor.
Peta interaktif menampilkan seluruh total UMKM terdata dalam bentuk titik (dots). Arahkan kursor atau klik pada titik untuk melihat identitas lengkap UMKM dan produknya.
Kawasan yang paling banyak dipilih sebagai target ekspor
Tahap perjalanan para pelaku usaha
Jelajahi profil pelaku usaha dan potensi produk lokal.
| USAHA / PRODUK | SEKTOR | LOKASI | TAHAP EKSPOR | NEGARA TUJUAN |
|---|
Negara tujuan yang diminati UMKM, dihimpun dari jawaban survei.
Setiap UMKM dapat memilih lebih dari satu kawasan. Angka pada grafik menunjukkan seberapa sering kawasan tersebut dipilih dalam survei, bukan jumlah buyer atau transaksi.
Area bantuan untuk melangkah menuju pasar ekspor.
Pemetaan ini membantu menentukan dukungan yang sesuai dengan tahap usaha, agar pendampingan dapat dilakukan secara bertahap dan lebih tepat sasaran.
Tema yang tampak menonjol pada respons survei
Ringkasan tema dari jawaban responden
Setiap UMKM berada pada tahap yang berbeda. Pendampingan dapat dimulai dari kebutuhan yang paling relevan—mulai dari pemasaran digital, administrasi ekspor, pencarian calon pembeli, hingga pencatatan usaha yang lebih rapi. Tampilan ini menunjukkan urutan tema yang muncul dalam respons, bukan jumlah atau frekuensi terukur.
Tentukan kepentingan enam kriteria melalui penilaian berpasangan.
Pilih kriteria yang lebih penting dan tingkat kepentingannya. Nilai 1 berarti sama; 3 sedang; 5 kuat; 7 sangat kuat; 9 ekstrem. Nilai 2, 4, 6, 8 berada di antaranya.
Vektor eigen utama · RI untuk 6 kriteria = 1,24.
CI = (λ maks − 6) / 5; CR = CI / 1,24.
Baris dibanding kolom. Sisi sebaliknya dihitung otomatis sebagai 1 / nilai pasangan.
Pada layar kecil, geser tabel ke samping untuk melihat seluruh kolom.
Bobot proposal: 25%, 10%, 15%, 20%, 10%, 20%. Ini acuan awal, bukan hasil AHP. Mengganti bobot tidak menimpa riwayat asesmen.
Satu alur kerja untuk pelaku usaha, pendamping, dan calon pembeli.
Isi data produk dan asesmen. Skor membantu menyusun prioritas, bukan sertifikasi atau jaminan kelayakan ekspor.
Catat produk, stok, grade, harga, dan lokasi titik pasok.
Setiap pasokan punya identitas lot untuk menautkan asal desa dan kelompok.
Isi 13 indikator dalam enam kriteria. “Belum diperiksa” membuat asesmen tetap berupa draf; pilih 0 hanya jika belum terpenuhi. Bobot dapat diatur pada menu Bobot AHP.
Rubrik awal untuk produk pangan. Tetapkan ambang volume, periode pembaruan stok, dan bukti lot dalam catatan penilaian. Produk yang memerlukan pengecualian kriteria perlu rubrik terpisah; jangan mengisi nilai penuh untuk “tidak berlaku”.
| Kriteria | Poin rubrik | Bobot | Kontribusi |
|---|
Titik menunjukkan sebaran responden per kecamatan di Banyumas. Lokasi dan garis wilayah bersifat skematik/perkiraan, bukan batas resmi; pin presisi memerlukan koordinat profil.
Sampai ada asesmen skor, responden survei berada di status “Belum dinilai”. Profil lokal dikelompokkan berdasarkan skor dan tinjauan persyaratan. Perubahan bobot menandai asesmen terdahulu untuk dinilai ulang; skor historis tetap disimpan.
Simulasi interaktif kesiapan ekspor berbasis metode Simple Additive Weighting (SAW) dengan 8 kriteria benefit.
Pilih status pemenuhan untuk masing-masing kriteria sesuai kondisi usaha Anda saat ini:
Legalitas dasar dan izin berusaha terintegrasi OSS.
Standar higienitas dan izin edar resmi olahan pangan.
Jaminan produk halal BPJPH untuk akses pasar global.
Perlindungan HAKI dan pendaftaran di Kemenkumham / DJKI.
Food-grade, segel kedap, informasi barcode & nutrisi bilingual.
Kapasitas pasok berkala memenuhi pesanan buyer rutin.
Klasifikasi kode tarif barang kepabeanan internasional.
Penetapan harga komoditas sampai pelabuhan muat kapal.
Instrumen pendukung keputusan pimpinan untuk merumuskan kebijakan berbasis data (Data-Driven Policy) dalam memajukan UMKM ekspor Kabupaten Banyumas.
Distribusi kesiapan ekspor berdasarkan agregat data responden survei di masing-masing kecamatan:
Persentase UMKM yang belum memenuhi standar pada masing-masing kriteria penilaian ekspor:
Rumusan kebijakan berbasis data (Data-Driven Policy) yang dihasilkan sistem secara otomatis untuk panduan alokasi anggaran dan program pembinaan:
Diagnosis: 65% UMKM sektor pangan perdesaan terkendala biaya dan birokrasi uji halal dan pemenuhan komitmen PIRT.
Rekomendasi Aksi: Buka kuota bantuan fasilitasi Halal gratis APBD/Kemenag dengan lokus utama di cluster perdesaan (Cilongok, Sumbang, Karanglewas, Wangon).
Diagnosis: Kualitas rasa produk lokal sangat kompetitif, namun 58% kemasan masih berupa plastik mika tipis tanpa label bilingual (ID/EN) dan nutrisi.
Rekomendasi Aksi: Buka program Rumah Kemasan / Klinik Desain Dinperindag untuk mencetak standing pouch aluminium foil ber-barcode dan izin edar resmi.
Diagnosis: 6 UMKM yang sudah berskor tinggi (Kategori Siap Ekspor) siap dikurasi untuk pameran dagang luar negeri.
Rekomendasi Aksi: Hubungkan 6 UMKM unggulan dengan Free Trade Agreement (FTA) Center Semarang dan pameran Trade Expo Indonesia untuk temu pembeli (buyer meeting).